Buku ini menyoroti pentingnya pelestarian seni tradisional (rampak kendang) sebagai identitas budaya, sekaligus memetakan tantangan sanggar di era digital—mulai dari dukungan finansial yang minim hingga turunnya minat generasi muda—lalu menetapkan tujuan program untuk memperkuat keberlangsungan sanggar lewat manajemen dan dukungan kreatif berbasis digital.
Selanjutnya, buku mengulas profil dan kebutuhan sanggar melalui studi kasus (Sanggar Seni Rampak Kendang SDN Citamiang 2), termasuk kondisi SDM serta persoalan fasilitas (kekurangan kendang dan kostum) sebagai dasar perumusan solusi yang tepat sasaran.
Bagian inti menawarkan langkah penguatan: penataan organisasi, administrasi dan keuangan berbasis digital, perbaikan koordinasi jadwal dengan aplikasi, inovasi digitalisasi seni dan media pembelajaran, hingga strategi pemasaran/branding dan penggalangan dana; ditutup dengan rencana keberlanjutan melalui kaderisasi (ToT) dan SOP pengelolaan aset digital





Reviews
There are no reviews yet.